"Bantu anak raih potensi terbaiknya melalui pemahaman Multiple Intelligences dan gaya belajar. Artikel ini mengulas bagaimana peran strategis orang tua dan penggunaan media kreatif dapat menciptakan pengalaman belajar yang positif di rumah."

Pandemi COVID-19 telah memaksa perubahan besar dalam dunia pendidikan, di mana proses pembelajaran yang semula tatap muka dialihkan menjadi moda daring (tatap maya). Perubahan ini mengharuskan guru, siswa, dan orang tua untuk keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan teknologi seperti Zoom, Google Meet, dan WhatsApp. Di SDN 01 Suruh, Karanganyar, banyak orang tua siswa kelas satu yang mengalami kesulitan dalam mendampingi anak mereka belajar dari rumah, baik terkait pemahaman materi pelajaran maupun penguasaan perangkat digital.

Kunci keberhasilan belajar di rumah adalah menciptakan suasana yang menyenangkan (fun) agar proses belajar menjadi efektif. Orang tua perlu memahami bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, yaitu: Visual: Belajar lebih efektif melalui gambar, foto, dan pengamatan langsung. Auditorial: Belajar melalui suara, musik, dan penjelasan lisan. Kinestetik: Belajar melalui gerakan, sentuhan, dan aktivitas fisik. Selain gaya belajar, konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) mengajarkan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari IQ atau kemampuan logika-matematika saja. Terdapat sembilan jenis kecerdasan, termasuk kecerdasan musikal, interpersonal, naturalis, hingga eksistensial, yang semuanya perlu didukung oleh orang tua dalam proses belajar anak.

Video merupakan salah satu media paling efektif untuk memperjelas materi Bahasa Inggris karena mampu menggabungkan unsur visual dan audio. Pemanfaatan video yang tepat dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam tiga ranah: Kognitif: Meningkatkan pemahaman materi secara teoretis.
- Afektif: Membantu pembentukan karakter dan emosi siswa.
- Psikomotorik: Melatih keterampilan praktis anak.

Tips Parenting dalam Pembelajaran OnlineUntuk mengurangi ketegangan dan kecemasan saat mendampingi anak belajar, orang tua dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Membangun Koneksi: Pastikan koneksi batin antara orang tua dan anak tetap kuat.
2. Suasana Kondusif: Ciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan damai untuk belajar.
3. Keseimbangan: Seimbangkan waktu belajar dengan rekreasi dan bermain bersama untuk menjaga kesehatan mental anak.
4. Literasi Digital: Terus berupaya meningkatkan penguasaan teknologi untuk mengurangi rasa cemas saat menghadapi tugas daring.

Melalui pendampingan dan pelatihan yang tepat, orang tua dapat menjadi mitra pendidikan yang handal bagi anak. Dengan memahami gaya belajar unik setiap anak dan memanfaatkan teknologi video secara kreatif, tantangan belajar Bahasa Inggris di rumah dapat diubah menjadi pengalaman belajar yang inspiratif dan menyenangkan.

Sumber: https://sirisma.unisri.ac.id/berkas/3422lap.kemajuanabdimassuruh.pdf